LOADING

Type to search

Global Travel & Kuliner

Nasi Uduk Khas Kota Probolinggo

Redaksi 26 September, 2020
Share

PROBOLINGGO-InfoPasPro.com – Kurang afdol rasanya, kalau pas jalan-jalan di Kota Probolinggo, Jawa Timur, tidak mencicipi Nasi uduk bikinan Indah Mustika (30). Lokasinya, di Ruko Katamso Square, jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Nasi uduk yang dijual di ruko yang bernama Dapur Jamilah ini tidak seperti nasi uduk seperti pada umumnya yang berwarna putih. Makanan khas Jawa Barat bikinan Indah Mustika, tampil dengan warna pink dan hijau. Saat ditanya alasannya, ingin tampil beda dan memikat hati pembeli.

Soal rasa, jelas beda dengan nasi uduk putih. Perempuan yang tinggal di jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran ini menyebut, nasi uduk bikinannya tidak hanya mengenyangkan, tetapi bermanfaat bagi kesehatan dan tak berefek samping. Karena pewarnanya berasal dari alam.

Perempuan kelahiran Kota Malang ini menyebut, bahan pewarna dari daun suji, pandan dan buah bit. Untuk nasi uduk pink, pewrana yang digunakan adalah buah bit. Sedang warna hijau dari daun pandan wangi. “Selain itu, rempah-rempah. Kita tahu pandan dan buah bit, banyak manfaatnya,” aku Mustika.

Cara membuatnya, sama dengan nasi uduk putih, bedanya hanya dipewarnaan. Beras putih dicampur dengan adonan bahan pewarna dan rempah, yang ssudah diblender. Kemudian ditanak atau dipanasi diatas kompor dan ditunggu hingga masak.

“Cara buatnya seperti itu. Yang sulit nasi uduk pink. Kalau komposisinya tidak pas, warnanya bukan pink. Bisa berubah warna lain,” ujarnya, Sabtu (26/9/2020) siang.

Tentang umbi bit, diakui awalnya sulit didapat. Namun saat ini suudah gampang dibeli di pasar. Sedang  daun pandan dan suji, mudah didapat. Soal harga dibandrol Rp 24 ribu per bungkus atau porsi. Harga bisa lebih murah, kalau membeli lebih dari 10 bungkus. “Kalau belinya banyak,harga  lebih murah,” tandasnya.

READ  Bitcoin Rawan Diretas, Korsel Inspeksi Enam Bank Lokal

Untuk lauknya, pembeli bisa memilih. Bisa pakai paru, usus sapi, babat, ayam kremes dan orek tempe. Selain menjual produk andalan nasi uduk, Indah Mustika di rukonya juga menjual aneka lalapan, rawon dan sop ayam model atau sistem prasmanan.

Jika hendak membeli nasi uduk produk perempuan yang belum memiliki momongan ini, bisa langsung ke Ruko Katamso Square. Bisa berangkat sendiri atau menggunakan jasa perusahaan jasa online seperti Gojek atau Grab. “Februari lalu kami menempati ruko ini. Sebelumnya, di rumah. Dijual online,” katanya.

Indah mengaku, sebelum menempati ruko dirinya berjualan di rumah tinggalnya di jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. Dirasa prospeknya bagus, kemudian ia membeli ruko yang kini ditempatinya.

Saat ditanya pendemi Covid-19, Indah mengaku berpengaruh terhadap jualannya. Kalau sebelum pandemi bisa menjual 100 porsi. Namun, sejak ada pandemi berkurang lebih dari 50 persen. “Kekuatan kami hanya 100 bungkus, karena faktor tenaga. Itu sebelum pandemi bisa 100 porsi. Kalau sekarang antara 20 sampai 30 porsi per harinya,” pungkasnya